Tag Archives: Pelatih Tidak Bisa Bahasa Inggris

Bagaimana Jika Pelatih Tak Bisa Bahasa Inggris?

Masalah bahasa kerap kali menjadi masalah yang cukup mendasar dalam klub sepakbola. Apalagi di masa sepakbola modern seperti sekarang ini dimana kemudahan dalam mendatangkan pemain asing. Ini membuat banyaknya pemain dari latar belakang berbeda dala satu klub, dan tentu saja akan sedikit membuat repot dalam hal komunikasi.

Memang banyak juga pemain ataupun pelatih yang memiliki kemampuan multi bahasa. Akan tetapi jumlah yang tidak menguasai bahasa asing nampaknya lebih banyak. Jadi akan sangat bermanfaat jika setiap klub menentukan satu bahasa pengantar yang digunakan sebagai alat berkomunikasi antara pemain dan pelatih dalam sebuah klub.

Kini regulasi klub untuk mendatangkaan pemain maupun pelatih semakin ketat. Memiliki kemampuan untuk berbahasa inggris dengn baik kini menjadi salah satu syarat wajib selain kualitas. Meski begitu, ternyata masih ada beberapa klub yang nekat untuk mendatangkan jasa pemain maupun pelatih yang memiliki keterbatasan berbahasa inggris.

Kewajiban Bahasa Inggris Bagi Pelatih

Abramovich mengharuskan setiap pelatih Chelsea harus bisa berbahasa Inggris

Abramovich mengharuskan setiap pelatih Chelsea harus bisa berbahasa Inggris

Keharusan menguasai bahasa inggris kini menjadi hal yang wajib bagi setiap elemen klub di Liga Premier Inggris. Termasuk bagi klub pemuncak klasemen saat ini, Chelsea. Pemilik The Blues, Roman Abramovich memiliki kebijakan bahwa setiap anggota klub baik itu pemain, pelatih maupun yang lainnya, harus bisa berbahasa inggris.

Ketegasan Abramovich ini bukan sekedar gertak sambal belaka. Kita semua bisa melihat sejak Chelsea diakuisisi pengusaha asal Rusia tersebut, klub asal London ini tidak pernah sekalipun memiliki/terlibat dengan pemain ataupun pelatih yang memiliki kendala bahasa. Bukti nyata ketika tahun 2012 saat Chelsea menghentikan negosiasi dengan Unai Emery dan Marcelo Bielsa.

Kedua nama pelatih tersebut memang sempat digadang-gadang akan mengambil posisi kursi kepelatihan The Blues pada saat itu. Akan tetapi kendala berbahasa inggris membuat Chelsea mencoret kedua nama tersebut sebagai kandidat pelatih mereka. Dan bisa kita lihat, prestasi Chelsea terus menanjak meskipun sempat terpuruk di musim 2015-2016.

Sedikit banyak ini bisa menjadi bukti jika komunikasi sangat penting dalam sebuah tim. Hal sebaliknya terjdi jika berkaca kepada sang rival, Manchester United. The Red Devils semakin banyak mengambil pemain luar inggris yang menyebabkan semakin banyaknya penggunaan bahasa. Bisa dilihat, prestasi mereka kian merosot tiap tahunnya sejak ditinggal Sir Alex Ferguson.

Rooney: Lebih Baik Jika Pelatih Bisa Bahasa Inggris

Rooney akui penting bagi pelatih untuk bisa bahasa inggris

Rooney akui penting bagi pelatih untuk bisa bahasa inggris

Sementara itu, hal senada juga diucapkan pemain tim nasional Inggris, Wayne Rooney. Rooney yang juga merupakan kapten Manchester United tersebut pernah menyampaikan betapa pentingnya bahasa inggris bagi seorang pelatih. Hal tersebut diungkapkan Rooney saat manajemen The Three Lions mengalami perombakan.

Saat itu, Roy Hodgson mengundurkan diri dari kursi kepelatihan tim nasional inggris akibat suatu kasus hukum. Posisi pelatih yang kosong pun mengundang banyak spekulasi akan siapa yang menjad penggantinya. Sejumlah nama sempat digadang-gadang sebagai kandidat pengganti mantan manajer Liverpool tersebut.

“Saya tahu satu hal, siapa pun yang datang akan memiliki pekerjaan yang sulit, tetapi dia akan memiliki pemain dan tim yang menarik. Siapa saja, tapi tentu lebih baik yang bisa berbahasa Inggris. Dan dia harus menjadi orang yang paling tepat untuk pekerjaan ini,” ujar pemain yang akrab disapa Wazza tersebut.

Akan tetapi Rooney juga tidak mempermasalahkan jika pelatih Inggris berikutnya bukan merupakan orang asli Inggris. Sang pemain pun mengenang sejumlah sosok pelatih non-inggris yang pernah menangani The Three Lions seperti Sven Goran Eriksson dan Fabio Capello.

“Tidak masalah juga. Apakah dia bisa bahasa Inggris atau tidak, kita lihat saja nanti,” pemain bertubuh gempal tersebut melanjutkan.

Comments Off on Bagaimana Jika Pelatih Tak Bisa Bahasa Inggris?

Filed under Pelatih

Tak Bisa Bahasa Inggris, Allegri Tolak Arsenal

Sampai sekarang masih menjadi teka-teki siapa yang akan mengisi posisi manajerArsenal jika Arsene Wenger meninggalkan Emirates Stadium. Skuad Meriam London memang tengah dihadang isu akan kepergian sang manajer yang dinilai tidak kunjung mampu menghadirkan gelar bagi klub asal London Utara tersebut.

Beberapa nama sempat menjadi spekulasi, salah satunya adalah pelatih Juventus, Massimiliano Allegri. Juru taktik asal Italia tersebut dinilai merupakan sosok yang tepat untuk menggantikan Wenger mengingat keberhasilannya bersama raksasa Italia tersebut. Namun setelah beberapa lama rumor tersebut berhembus, rupanya Allegri memutuskan untuk tidak mengambil tawaran tersebut.

Sempat ada beberapa spekulasi mengenai alasa mengapa Allegri menolak tawaran Arsenal. Dan dari beberapa dugaan tersebut, ada satu alasan yang cukup mengejutkan. Max Allegri ternyata tidak mampu berkomunikasi dengan bahasa inggris secara lancar. Hal ini pun diakui Allegri sendiri dalam sebuah wawancaranya dengan media setempat.

“Rumor tentang kepindahan saya ke Arsenal? Saya rasa hal tersebut hanyalah berita yang dibesar-besarkan saja. Memerlukan persiapan yang tidak sedikit untuk pindah ke Inggris. Kendala bahasa tentunya menjadi salah satu hambatan saya. Dulu saya sempat mempelajari bahasa inggris sebelum melatih AC Milan. Namun sekarang saya sudah tidak pernah belajar lagi,” ujar Allegri.

Pentingnya Bahasa Inggris Bagi Insan Sepakbola

Massimiliano Allegri mengaku menolak tawaran Arsenal lantaran tak bisa bahasa inggris

Massimiliano Allegri mengaku menolak tawaran Arsenal lantaran tak bisa bahasa inggris

Memiliki kemampuan berbahasa inggris yang baik sangatlah baik tidak hanya bagi pemain maupun pelatih sepakbola saja, namun bagi semua orang. Di jaman serba modern ini, penggunaan bahasa inggris dalam komunikasi sehari-hari menjadi sangat vital. Apalagi khususnya bagi para pemain maupun pelatih sepakbola.

Bisakah kita semua bayangkan, dalam satu klub yang terdiri dari banyak pemain dari latar belakang yang berbeda. Beda negara, beda budaya dan sudah tentu beda cara berkomunikasi. Oleh karena itu, diperlukan satu bahasa pengantar yang universal, bahasa yang diterima oleh seluruh masyarakat di dunia.

Dan bahasa tersebut adalah bahasa inggris, bahasa yang telah disepakati sebagai bahasa internasional. Tentu akan lebih mudah bukan jika seorang pelatih menjelaskan strategi tim di ruang ganti dengan menggunakan satu bahasa dimana semua pemain  mengerti. Hal seperti ini juga secara otomatis mengurangi resiko miskomunikasi dalam satu tim.

Bahasa Inggris Pemain Inggris Tidak Sebaik Pemain Asing

Paul Gascoigne, salah satu pemain asli Inggris yang bahasa inggrisnya berantakan

Paul Gascoigne, salah satu pemain asli Inggris yang bahasa inggrisnya berantakan

Sepertinya merupakan hal yang wajar jika seorang warga negara tertentu tidak memiliki kemampuan sebaik warga negara asing dalam menguasai bahasa negara tersebut. Sebagai contoh, kita sebagai warga negara Indonesia bukan berarti pengetahuan kita akan Bahasa Indonesia yang baik dan benar lebih bagus daripada bule-bule wisatawan.

Seperti halnya kita yang akan lebih formal ketika berbahasa inggris ketimbang orang amerika/inggris itu sendiri. Oleh karena itu, tingkat kefasihan seseorang sebenarnya tidak berbanding lurus dengan pengetahuan akan bahasa tersebut. Sebagai contoh dari tanah sepakbola yaitu Ian Wright dan Paul Gascoigne.

Kedua pemain tersebut merupakan pemain asli Inggris. Namun ternyata kemampuan mereka berbahasa inggris tidaklah sebaik pemain-pemain asing seperti Dietmar Hamann, Dennis Bergkamp dan Peter Schmeicel. Yap, ternyata pemain-pemain asal Belanda, Skandinavia dan Jerman lebih rapi dalam berbahasa inggris dan lebih mudah dipahami.

Ian Wright sendiri menurut laporan memiliki logat khas London yang begitu kental, sehingga terkadang sangat sulit bagi orang luar London untuk memahaminya. Sedangkan Paul Gascoigne sendiri memiliki aksen khas Newcastle yang sangat kuat. Sehingga kemungkinan bagi warga non-Newcastle untuk memahami Gascoigne akan sangat sulit.

 

Comments Off on Tak Bisa Bahasa Inggris, Allegri Tolak Arsenal

Filed under Pelatih